Pengikut

Senin, 27 Mei 2019

Tidak Ada Ibu yang Gagal


Pernahkan kamu merasa menjadi Ibu yang gagal? Ya, saya pernah merasa sangat down sekali sehingga sampai merasa menjadi Ibu yang gagal. Akan tetapi, alhamdulillah nasihat dari suami benar-benar menyadarkan saya yang selama ini lupa bersyukur bahkan sering abai akan hal-hal lain tapi sebenernya sangat penting.

Beberapa bulan ini saya hanya fokus pada mpasi M, dimana M memang memiliki selera yang unik dan mudah bosan akan makanan. Saya lupa, bahwa mendidik anak tidak hanya sebatas soal makan. Saya lupa bahwa M harus bahagia, begitupun saya dan suami. Ada banyak hal lain yang harus diperhatikan juga. Tidak ada istilah Ibu yang gagal.

Masih teringat jelas nasihat beliau:
"Ingatlah M adalah anak kita. Dia bukan target percobaan dari semua referensi yang kamu baca. Apapun kekurangan yang ada pada dia, dia tetap anak kita.
Apa yang tidak kita lakukan? Semua sudah kita lakukan. Ke dokter sudah, beli semua makanan sampai susu yang mahal pun kita lakukan. Semua saran dokter sudah kita lakukan. Kalaupun hasilnya ternyata nantinya stunting, kita harus belajar menerima dan menyikapi bagaimana mendidik anak stunting. Bahkan anak yang lumpuh otak saja bisa hafal AlQuran.
Coba perbaiki diri dulu.. Selama ini setiap sholat selalu telat, ngaji tiap pagi sudah tidak pernah. Shalat malam apalagi..
Kita harus bersyukur, Alhamdulillah ya Allah, M selalu sehat dan aktif. Mohon beri kemudahan supaya M mau makan lahap ya Allah.
Ingatlah selalu, M adalah anak kita. Buah hati kita. Dulu kita meminta Allah supaya memberikan keturunan, dan Allah mengabulkan. Masih banyak diluaran sana pasangan yang belum memiliki keturunan."

Dan sayapun menangis sesenggukan betapa selama ini saya kurang bersyukur akan nikmat Allah. Maka dari situlah saya kemudian bangkit dan mulai optimis kembali. Masih ada banyak hal lain yang harus saya siapkan untuk masa depan M.

Saya tahu, mpasi itu penting, tapi mengabaikan semua tahapan pertumbuhannya hanya karena mpasi, itu yang tidak benar dan harus diperbaiki.

Makassar, 28 Mei 2019


Yaa Muqollibal Qulub Tsabbit Qolbi 'Ala Diinik Membolak-balikkan hati tetapkan hatiku di atas agamamu

Rabu, 08 Mei 2019

Game Level 2 [Melatih Kemandirian Anak] - Day 10

Setelah 10 hari belajar dan membersamai si kecil, akhirnya 2 target yang saya tetapkan dalam melatih kemandirian anak dapat terselesaikan. Memang adakalanya setelah berhasil, besoknya baby E mengulangi kesalahan yang sebelumnya. Namun bagi saya tidak masalah karena pada prinsipnya baby E masih dalam proses belajar dan juga masih dibawah satu tahun, sehingga ada kalanya hari ini berhasil, dan ternyata besok terlupa lagi. Pada prinsipnya kita sebagai orang tua harus senantiasa konsisten dalam melatih kemandirian anak hingga dia benar-benar dapat mandiri tanpa bantuan orang lain.

Pagi ini baby E saya tinggal masak dan diapun bermain sendiri sambil sesekali saya ajak ngobrol. 

Alhamdulillah, akhirnya tantangan 10 hari ini dapat selesai dengan baik meski masih banyak kekurangan dan juga perlu perbaikan disana sini.



Game Level 2 [Melatih Kemandirian Anak] - Day 9

Hari ini saya masih berusaha mengajari baby E turun dari bounchernya. Saat bangun tidur, baby E masih ingin main-main diatas bouncer dan sayapun membiarkannya sambil mengerjakan pekerjaan kantor.

Setelah bosan bermain-main, baby E ingin turun dari bounchernya. Sayapun memandunya dari kursi supaya turun sendiri. Saya pelan-pelan memberitahu untuk menggunakan kakinya terlebih dahulu saat turun.

Setelah beberapa saat, baby E dapat turun dari bouncernya dengan lancar jaya.

Senin, 06 Mei 2019

Game Level 2 [Melatih Kemandirian Anak] - Day 8

Setelah sebelumnya baby E berhasil urun dari tempat tidur, sayapun melatih baby E untuk turun sendiri dari bouncher yang biasa digunakan untuk tidur siang saat saya bawa ke kantor. Seperti biasa, saat tidur siang dikantor, baby E saya taruh di bouncher dengan dikunci supaya ketika dia bangun tidak terjatuh. Saat baby E bangun, biasanya dia akan menangis meminta saya untuk menggendongnya ataupun turun dari bouncher. Namun kali ini, saya ingin dia belajar turun sendiri.  Pertama-tama saya buka dulu kunci/pengait pada bounchernya. Setelah itu, saya aba-aba untuk turun.

Ummi, "Ayo nak, belajar turun yang benar yaa"
Baby E : (Masih berusaha untuk minta bantuan)



Ummi: Emma turunnya pelan-pelan,, hati-hati...
Baby E : Berusaha turun sendiri, namun karena salah posisi jadinya blm berhasil. hehehh






Game Level 2 [Melatih Kemandirian Anak] - Day 7

Seperti sebelumnya saya masih punya PR untuk melatih baby E belajar turun dari tempat tidur. Hari ini pun saya mengetes baby E untuk belajar turun dari tempat tidur. Sebelum berlatih, saya ajak baby E main-main dulu diatas kasur. Lalu, saya meninggalkan baby E sendirian diatas kasur dan mengajak dia turun.
Ummi : "Ayo nak, turun yang benar ya". "Turunya kaki duluan"

Setelah beberapa saat akhirnya baby E mau turun daan alhamdulillah kali ini dia sudah memasang posisi yang ebnar untuk turun. Beberapa detik kemudian, baby E pun turun dari tempat tidur dengan lancar jaya. Sayapun segera memberikan apresiasi dengan memberikan tanda jempol dan juga mengucapkan "Wah, hebat anak Ummi. Besok turunnya kaya tadi lagi ya.."



Sabtu, 04 Mei 2019

Game Level 2 [Melatih Kemandirian Anak] - Day 6

Hari ini saya akan mencoba melatih kemandirian baby E dalam belajar untuk turun dari tempat tidur maupun dari tempat yang yang tinggi dengan benar. Baik saya maupun paksu berpendapat bahwa jika baby E dapat turun dengan benar, insyaAllah akan mengurangi kemungkinan dia jatuh dari tempat tidur. Selain itu juga dapat membuat kami menjadi lebih tenang ketika meninggalkan baby E diatas tempat tidur.

Latihan ini saya lakukan beberapa kali misalnya dengan memperlihatkan video anak kecil turun dari tempat tidur. Kemudian saya jelaskan bahwa turun itu begini prosesnya. Setelah itu kemudian mencobakan baby E di atas tempat tidur.

Pada percobaan hari ini baby E masih terjatuh karena dia masih menggunakan tangan untuk turun sementara tangan baby E tidak sampai di lantaii.

Gane Level 2 [Melatih Kemandirian Anak] - Day 5

Tadi malam saya mencoba untuk sounding ke Baby E supaya bisa belajar mandiri dalam beberapa hal. Harapan saya setelah baby E disounding, dia akan lebih bisa paham kapan dia bisa bermanja-manja dan bermain dengan ummi abinya dan kapan dia harus mandiri.

Siang ini saya saya dan paksu bagi tugas. Paksu ada kegiatan di makassar dan tidak memungkinkan membawa bayi. Akhirnya baby E saya ajak ke halaqah selama kurang lebih 3 jam. Sebagai persiapa  supaya baby E tidak rewel, saya pun mempersiapkan makanan, beberapa cemilan, mainan, pampers serta pakaian ganti baby E.

Alhamdulillah selama kegiatan baby E tidak rewel dan bermain sendiri di sekitar saya sehingga sayapun dapat ikut halaqah dengan tenang.

Oya saya lupa ambil foto saat siang tadi dan
ini adalah foto lama

Kamis, 02 Mei 2019

Game Level 2 [Malatih Kemandirian Anak] - Day 4

Setelah beberapa hari mengamati keseharian baby E dalam hal kemandirian, sepertinya baby E akan cenderung mandiri jika tidak hanya bersama saya dan suami. Bahasa simple nya adalah baby E akan menjadi anak yang mandiri, cuek sama abi dan umminya saat kami di lingkungan yang ramai baik itu dilingkungan keluarga maupun lingkungan umum.

Sebagai contoh, saat kemarin baby E bersama dengan saya dan adik saya dia dapat bermain sendiri. Tidak tergantung kepada ummi maupun abinya. Namun saat hanya bersama kami berdua, maka dia cenderung lebih manja dan meminta perhatian lebih dari ummi dan abinya.

Ini adalah kemandirian baby E saat ada teman saya berkunjung ke rumah. Dia mampu bermain sendiri dan juga bersosialisasi dengan teman-temannya sehingga saya dapat menjamu teman saya dengan baik.

Untuk saat ini PR saya dalam hal kemandirian yaitu melatih baby E untuk tetap mandiri meskipun tidak ada pihak luar. InsyaAllah akan saya sounding selalu sehingga baby E lebih mudah memahami.





Review Scarlett Whitening Body Care : Body Scrub, Brightening Shower Scrub dan Brightening Body Lotion

  Bekerja dengan rutinitas di ruangan ber-AC mengharuskan saya untuk selalu menjaga kulit agar senantiasa lembab dan tidak kering. Belum l...