Pengikut

Kamis, 28 Januari 2021

Ketika Si Kecil Didiagnosa TB Paru (Part 1)

 Bismillahirrahmanirrahim


Saya menuliskan kisah ini berdasarkan pengalaman anak pertama saya, Emma. Butuh waktu cukup lama untuk saya mempertimbangkan apakah perlu saya sharing terkait hal ini. Alhamdulillah sekarang Emma sudah selesai terapi OATnya.

Saya berharap semoga sharing saya bermanfaat dan menjadi penyemangat buat bunda-bunda yang mengalami kisah serupa dengan saya. Aamiin

======

AWAL MULA EMMA DIDIAGNOSA TB PARU

Pertama saya mau sharing dulu terkait BB Emma.
Jadi saat usia 5 bulanan (Januari 2019) emma sempat demam sebentar lalu diikuti batuk sekitar 2 mingguan. Karena batuk ini kurva kenaikan BB emma agak melandai (naik tapi tidak seperti kurva yang seharusnya). Saya pikir karena saya mulai bekerja sehingga emma minum asip nya tidak maksimal. Ditambah Emma juga berada di daycare sehingga saya tidak bisa memantau kebutuhan asipnya.

Setelah batuk ini, emma hampir tiap bulan selalu ada batuk pilek ringan dan saya bawa ke dokter lalu sembuh. Saya masih berpikir mungkin karena dia di daycare sehingga mudah tertular batuk pilek. Keadaan ini berlangsung sampai emma usia 11 bulan dan BB dia sangat seret ditambah makan emma pun sangat susah. Berbagai susu tinggi kalori saya coba pun gak ada yang mau. Saat itu Bb emma usia 12 bulan adalah 6.6 kg Padahal BBL emma adalah 2.8 kg.

Puncaknya saat bulan agustus 2019, saya sakit tifus. Dan diwaktu yang bersamaan emma demam dan batuk agak parah meksipun tidak termasuk kategori sesak tapi jenis batuknya beda dari sebelumnya.
Saya bawa ke dsa A dan diberikan obat tanpa AB. Seminggu kemudian demam masih naik turun dan batuk blm sembuh. Akhirnya saya bawa ke dsa A dan diberikan AB dan sempat di uap juga, namun 3 hari belum ada perubahan.
Akhirnya setelah 10 hari gak ada perubahan saya ganti ke dsa B. Diberikan obat yang beda + AB dan diuap. Alhamdulillah setelah ini emma gak batuk lagi.

September 2019 saat kondisi emma fit (tidak batuk dan demam) saya konsultasi terkait BB emma ke dsa A dan saya bertanya apakah emma bisa di tes mantoux. Akhirnya menimbang riwayat emma, dokterpun menyarankan untuk mantoux.
Waktu itu saya bawa emma untuk mantoux di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Kota Makassar. Hasil tes mantouxnya waktu itu 12mm (artinya positif).
Saya masih belum yakin, lalu membawa emma dan hasil mantouxnya saat itu juga ke dsa Emma.
Dsa blm bisa menyimpulkan karena menunggu hasil rontgen terlebih dahulu dan tes darah terlebih dahulu. Akhirnya hari itu juga emma rontgen. Dan diperoleh hasil bahwa pneumonia bilateral.

Dengan mempertimbangkan 4 hal ini akhirnya dsa memutuskan bahwa emma harus didiagnosa TB paru dan harus menjalani pengobatan OAT selama 6 bulan 😭😭😭
🔸️Mantoux +
🔸️BB seret
🔸️Rontgen
🔸️Tes darah


Bersambung ke part 2

Review Scarlett Whitening Body Care : Body Scrub, Brightening Shower Scrub dan Brightening Body Lotion

  Bekerja dengan rutinitas di ruangan ber-AC mengharuskan saya untuk selalu menjaga kulit agar senantiasa lembab dan tidak kering. Belum l...