Pengikut

Senin, 29 April 2019

Game Level 2 [Melatih Kemandirian Anak] - Day 3

Bismillah

Setelah kemarin baby E belajar bermain secara mandiri, hari ini saya pun mencoba untuk melatih baby E untuk bermain secafa mandiri.

Awal mula saya mencoba untuk memberikan dia berbagai macam mainan kemudian saya dampingi di sebelahnya. Lalu ketika sudah asyik bermail sayapun bergeser beberapa meter sambil tetap memperhatikan baby E. Baby E pun fokus dengan mainannya dan saya dapat menyelesesaikan pekerjaan melipat  pakaian.


Sambil melipat pakaian sayapun sambil mengajak ngobrol baby E supaya dia tidak merasa ketakutan/sendirian.

Minggu, 28 April 2019

Game Level 2 [Melatih Kemandirian Anaka] - Day 2

Sejak kemarin baby E mudik ke kamoung halaman. Seperti yang sudah sayabtargetkan sebelumnya rerhafap baby E, saya menetapkan targetan sendiri untuk baby E yaitu Mamou bermain sendiri.

Hari ini alhamdulillah baby E mau bermain sendiri. Selain karena banyak aneka permainan baru milik sepupunya, juuga karena banyak banyak orang dirumah sehingga dia merasa nyaman meski umminya tida di tempat.



Beberapa kegiatan saya sepertu mencuci pun dapat terselesaikan.

Jumat, 26 April 2019

Game Level 2 [Melatih Kemandirian Anak] - Day 1

Bismillahirrahmanirrahim

Tak terasa perkuliahan Bunda Sayang sudah memasuki materi kedua yaitu tentang Melatih Kemandirian Anak.
Lalu apa sih mandiri itu?
Mandiri yaitu mampu mengerjakan sesuatu sendiri dan tidak bergantung orang lain.

Nah, sebaiknya kapankah kemandirian ini mulai dilatih kepada anak? Ternyata kemandirian ini dapat dimulai dari anak umur 1 tahun loh 😍
Untuk bayi (0-1 tahun) masih harus bergantung kepada orang lain, namun meski demikian latihan kemandirian juga dapat diterapkan kepada anak bayi sesuai dengan kemampuannya atau milestone pertumbuhan sesuai usia.

Pada kesempatan ini sebenarnya saya ingin sekali menetapkan beberapa target kemandirian buat baby E (8.5m). Namun qadarullah sejak kamis kemarin baby E demam disertai dengan ruam ditangan dan kaki 😢. Setelah ke dsa ternyata baby E didiagnosa flu singapura atau HMFD (Hand Mouth Foot Disease).

Akhirnya beberapa target kemandirian tersebut pun saya revisi dan fokus untuk kesembuhan baby E yang menurut dokter membutuhkan waktu sekitar 1-2minggu.

Sebenernya jadi bingung juga bagaimana mengerjakan tantangannya, karena selama sakit Baby E cenderung minta perhatian lebih. Lebih ingin digendong dan nen setiap saat. Selain itu, untuk nafsu makan baby E juga menurun drastis sehingga BB pun terjun bebas. Padahal selama 2 minggu sebelumnya mamak sudah berjuang keras untuk kenaikan BB baby E. 😢
Fokus saya saat ini yaitu kesembuhan baby E dan latihan kemandiriannya pun mengikuti kondisi baby E saat ini.

Beberapa target kemandirian baby E yaitu:
1. Mampu bermain sendiri saat Ummi mengerjakan pekerjaan kantor/pekerjaan rumah;
2. Mampu turun dari tempat tidur dengan posisi yang benar dan tidak terjatuh;

Semoga meskipun baby E sedang sakit, 2 targetan kemandirian ini dapat tercapai. Aamiin.



Sabtu, 20 April 2019

Aliran Rasa Game Level 1 Komunikasi Produktif

Alhamdulillah, game level 1 Komunikasi Produktif telah selesai. Lalu apakah pembelajaran saya terhenti cukup disini?
Tentu saja tidak,, pembelajaran ini akan terus berlangsung setiap hari.

Meski kadang belum sepenuhnya terlaksana, tapi alam bawah sadar saya selalu berfikir "lo, ini bahasa produktifnya apa ya". 😁 yang membuat percakapan tiba-tiba terhenti karena saya mikirin bahasa produktif. Hehehhe

Saya yakin dengan belajar perlahan-lahan, komunikasi produktif ini akan dapat dibiasakan dalam keluarga kami. InsyaAllah

Kamis, 11 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 15


Day 15

Alhamdulillah wa syukurillah hari ini merupakan hari ke 15 dari tantangan 10 hari level 1 "Komunikasi Produktif".
Melalui materi ini terus terang banyak hal yang saya pelajari dalam berkomunikasi dengan anak maupun dengan pasangan.

Sebelumnya ketika berkomunikasi dengan anak, saya sering menggunakan kata negatif, perlahan lahan saya perbaiki untuk lebih sering menggunakan kalimat positif. Begitu pula dalam penggunaan kalimat majemuk dalam komunikasi yang ternyata kurang efektif untuk anak.

Saat ini ketika berkomunikasi dengan anak, saya selalu mencoba untuk menggunakan kalimat positif dan juga kalimat tunggal. Lalu, saya amati reaksi baby E baru kemudian saya lanjutkan kembali apa yang akan saya sampaikan.

Selain itu, saya juga lebih bisa menahan emosi dalam berbicara. Jangan sampai kata-kata yang kita keluarkan dalam kondisi marah akan menyakiti hati anak kita. Meskipun baby E sekarang masih 8m, tapi saya yakin ketika kita berkomunikasi dengan lembut dia akan merasa lebih tenang dan juga bahagia.

Dalam tantangan ini, tantangan ini ada 11 poin dalam komunikasi produktif terhadap anak. Pada dasarnya sebagian besar poin poin tersebut dapat dipraktekkan. Meski masih ada 1 atau 2 poin yang belum dapat dipraktekkan, saya yakin apabila dalam keseharian kita selalu menggunakan komunikaso produktif insyaAllah ke sebelas poin tersebut dapat terpenuhi semua.

Rabu, 10 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 14

Kemarin saya sudah berjanji dengan baby E bahwa kamis ini saya libur karena pekerjaan saya telah selesai.
Namun qadarullah, besok pagi saya masih harus kembali ke Pangkep untuk rapat bersama pihak ketiga. Sayapun mengajak baby E berkomunikasi,,


Ummi : "Emma, ummi minta maaf ya"
Baby E : (menggerakkan jarinya)

Ummi : "Besok pagi, ummi masih dinas ke Pangkep"
Baby E : (menggerakkan jarinya)

Ummi : "Nanti minum asipnya di sekolah ya"
Baby E : (menggerakkan jarinya)

Ummi : "Emma yang pinter ya nak,"
Baby E : (menggerakkan jarinya)

Dari sini saya belajar ilmu baru bahwa pola komunikasi dengan bayi tidak harus berupa suara, namun bisa juga baby merespon dalam bentuk gerakan anggota tubuh.

Selasa, 09 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 13

Setelah sebelumnya saya mencoba menerapkan komunikasi produktif dalam hal meminta izin kepada anak, hari ini alhamdulillah terlihat hasilnya.  Selama di sekolah, baby E makan dengan lahap da  asipnya juga diminum. Begitu pula dengan buah jeruk.
Saat saya pulang bertugas pun baby E menyanbut dengan ceria.

Malam ini sayapun mencoba kembali menerapkan komunikasi produktif dengan menggunakan kalimat tunggal.

Ummi: "Emma, makasih ya sayang tadi pintrr di sekolah. :
Baby E : (menjawab dengan bahasanyanya)

Ummi : "Besok, ummi dinas lagi ya. "
Baby E : (menjawab dengan bahasanyanya)

Ummi : "Besok siang, ummi g ke sekolah ya."
Baby E : (menjawab dengan bahasanyanya)

Ummi : "Nanti, makan yang lahap. Asipnya juga dimakan"
Baby E : (menjawab dengan bahasanyanya)

Ummi : "Boleh ya nak, ummi dinas lagi"
Baby E : (menjawab dengan bahasanyanya)

Ummi : "Kalau selesai dinas, ummi bisa libur"
Baby E : (menjawab dengan bahasanyanya)

Ummi : "Kalau ummi libur, emma main sama ummi seharian"
Baby E : (menjawab dengan bahasanyanya)

MasyaAllah, ternyata ketika saya menerapkan komunikasi produktif dengan menggunakan kalimat tunggal, baby E lebih responsif dan kami serasa mengobrol. Ternyata meski baby e baru berusia 8m, sudah bisa diajak komunikasi dengan baik.

Kedepannya insyaAllah saya akan selalu menerapkan komunikasi produktif ini ketika berkomunikasi dengan anak.

Senin, 08 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 12

Minggu ini merupakan minggu yang padat dan full agenda dikantor. Adanya beberapa amanah dari kantor mengharuskan saya meninggalkan baby E untuk beberapa saat. Yaa, karena saya dapat penugasan untuk melakukan kalibrasi di kabupaten Pangkep, hal ini tentu saya tidak memungkinkan bagi saya untuk mengasihi baby E saat jam istirahat.

Memang sebelumnya saya pernah tugas luar juga di Kabupaten Maros, tapi tetap saja tiap kali akan meninggalkan baby E seharian di daycare rasanya masih berat. Namun, perlahan saya harus mencoba mempercayai baby E bahwa dia bisa mandiri dan tetap pintar selama di daycare. 

Sebelum tidur, saat menyusui merupakan waktu yang paling tepat untuk berbicara efektif dengan baby E. Saat menyusui merupakai waktu dimana saya dan baby E sangat dekat sehingga perhatian saya dan baby E lebih fokus. 


Ummi : "Emma, besok ummi harus dinas ke Pangkep. Emma yang pinter ya di sekolah. "

"Main sama Ibu Guru dan Teman-teman ya sayang,, Makan yang lahap dan asipnya dihabiskan ya nak. "

Saya berulang-ulang melalukan sounding kepada baby E, dengan harapan semoga hari besok dapat terlalui dengan baik. Aamin 

Minggu, 07 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 11

Melihat tumbuh kembangnya baby E merupakan hal yang sangat saya syukuri. Meskipun disatu sisi saya masih memiliki PR yang besar, namun disisi lain syukur alhamdulillah perkembangan motorik baby E sesuai dengan milestone perkembangan anak.

Weekend ini, saya menyempatkan diri untuk bersilaturahim dirumah mertua. Disini bbay E dapat bermain lebih leluasa karena lebih luas dan banyak mainan sepupu baby E. Seperti pagi ini baby E belajar berjalan menggunakan push walker ala baby E. 


Yupss.. dia menggunakan tutup tudung saji untuk belajar berjalan. 😍
Sebagai orang tua tentunya saya tidak ingin membatasi perkembangan anak meski sejujurnya saya agak khawatir karena baby E masih berusia 7m dan belum dalam tahap untuk berjalan. Akan tetapi, melihat tumbuh kembangnya saya hanya senantiasa berpesan memastikan semuanya berjalan baik dan berusaha menerapkan komunikasi produktif. 

Seperti saat melihat baby E berlatih berjalan, saya memantau dari belakang sambil selalu mengingatkan,,

Ummi : Emma, Hati-hati sayang, pelan-pelan yaa jalannya.

Alih alih melarangnya bermain, saya berusaha untuk selalu membersamai tumbuh kembangnya supaya baby E lebih percaya diri. 

Sabtu, 06 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 10

Ketika Mamak Galau Saat BB Anak Seret

Sudah hampir 4 bulan ini berat badan baby E tidak naik secara signifikan, bahkan cenderung konstan ataupun turun. Sebagai ibu muda tentunya saya khawatir sekali. Padahal dari segi makan dan minum ASIP baby E termasuk lahap.

Memang dalam bulan-bulan sebelumnya baby E sempat sakit batuk lama, kemudian setelah batuk sembuh qadarullah baby E demam tinggi yang mengharuskan dia di rawat di RS karena radang tenggorokan.
Setelah sembuh dari radang tenggorokan saya berikhtiar dan mencoba meyakinkan diri bahwa insyaAllah BB baby E akan naik kembali.

Namun sepertinya harapan saya tidak sesuai dengan kenyataan saat jumat kemarin saya timbang dikantor BB Baby E justru turun di angka 6.0kg 😭😭. Sayapun semakin panik dan akhirnya mengambil keputusan untuk sesegera mungkin ke dsa. Dan sabtu inipun saya membatalkan semua agenda demi menemani baby E konsultasi di dsa.

Setelah bertemu dsa, kami diberi 3 opsi untuk mensupport kenaikan BB baby E, yaitu:

1. Full ASI + perbanyak konsumsi menu MPASI yang tinggi protein dan tinggi zat besi seperti daging merah, hati ayam kampung, kacang-kacangan, ikan, salmon, telur dan juga sayur. Selain itu untuk frekuensi juga harus ditingkatkan menjadi 3-4× sehari.
2. Konsumsi ASI dan Susu Formula yang dapat menambah BB
3. Konsumsi ASI dan HMF yang dimasukkan kedalam asi langsung.
Selain 3 hal diatas, baby E juga harus konsumsi suplemen makanan dan zat besi.

Mengingat banyaknya PR yang harus saya lalukan untuk mengejar BB Baby E, sayapun menceritakan kepada baby E saat kami pulanh dari rumah sakit.

Ummi : "Emma, nanti makannya yang banyak yaa, minum suplemen juga supaya sehat selalu. Kalau ummi kerja Minum ASIP nya yang lahap ya sayang. "

Saya yakin meskipun baby E belun bisa bicara, tapi sudah diajak dapat diajak komunikasi. Hal ini dapat diketahui dia diam dan mendengarkan. Apabila saya berbicara dan dia tidak suka biasanya baby E akan bereaksi dengan berusaha menutup mulut saya ataupun menepuk2 tangan saya. Karena baby E anteng dan mendengarjan, insyaAllah dia paham dengan komunikasi produktif yang barusan saya sampaikan.

Kembali ke pembahasa  BB,  erbagai upaya tentunya akan saya lakukan untuk meningkatkan BB baby E. Saya dan suami belum sempat berdiskusi opsi mana yang akan kami coba. Dsa emma berpesan untuk memantau perkembangan BB baby E dalam 3 bulan ini. Jika dalam tiga bulan tidak berhasil maka kamipun harus ikhlas untuk pemeriksaan tahap selanjutnya.

Ada beberapa kemungkinan apabila BB tidak naik yaitu stunting, ISK dan TBC. Hal yang paling kami khawatirkan terkait pertumbuhan baby E yaitu resiko stunting, karena tidak dapat disembuhkan.

Kami hanya dapat berusaha dan berdoa semampu kami semoga ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang membahagiakan. Mohon doanya yaa semoga baby E dapat mengejar kenaikan BB nya. Aamiin.

Jumat, 05 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 9


Membangun Komitmen Bersama Anak


Seperti yang telah saya ceritakan di postingan sebelumnya, bahwa  kemarin saya terlambat menjemput baby E maka hari ini kami berkomitmen untuk menjemput baby E lebih awal.

Pagi hari sebelum ke sekolah, baby E ikut saya ke kantor untuk senam pagi. Selesai senam saya dan suami mengantar Baby E kesekolah. Sesampainya disekolah, saya sampaikan ke baby E

Ummi : "Emma, hari ini insyaAllah hari ummi sama abi jemputnya lebih cepat. Emma bakalan pulang paling awal dibanding temen-temen lain. "

Setelah pamitan kamipun kembali ke kantor dan melanjutkan aktivitas kami. Namun ternyata mendadak ada informasi bahwa pukul 14.30 wita saya harus rapat bersama pimpinan. Saya tidak mau melanggar komitmen yang telah saya sepakati untuk menjemput baby E lebih awal.

Akhirnya saya berdiskusi dengan suami dan diperoleh kesepakatan bahwa suami pulang dari kampus langsung menjemput baby E. Alhamdulillah pukul 16.00 tepat baby E sudah sampai dikantor dan ikut rapat bersama rekan-rekan dikantor saya. Hehhe

Selama rapat berlangsung baby E bersikap tenang dan sangat kooperatif. Hal ini kemungkinan karena baby E merasa senang bahwa dia dijemput lebih cepat dari biasanya sehingga dapat bermain lebih lama bersama umminya. Ini berati penerapan komunikasi produktif sudah berhasil kami terapkan.

Kamis, 04 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 8

Meminta Maaf kepada Anak


Hari ini kami agak terlambat menjemput baby E di sekolah. Pukul 17.40 kami baru berangkat dari kantor menuju ke sekolah baby E. Qadarullah saat mendekati sekolah jalanan sangat macet dan kami juga harus ke SPBU terdekat karena bensin sudah menipis. Akhirnya kami sampai disekolah tepat pukul 18.00

Dari luar saya sudah mendengar tangisan baby E. Saat bertemu mencoba untuk menerapkan komunikasi produktif dengan saya segera meminta maaf kepada baby E.

Ummi : "Emma sayang, maafin ummi ya. Ummi terlambat menjemput. Sekali lagi maaf sayang." 

Lalu sayapun segera memeluk dan menggendong baby E. Sepanjang jalan saya mencoba menghibur baby E karena saya lihat raut mukanya masih terlihat sedih. Dan kadang tiba-tiba menangis. Saat menangis, saya minta maaf kembali dan menyampaika  ke baby E,,

Ummi: "Emma sekarang sudah sama ummi. Sebentar lagi kita sampai rumah. Yang pinter ya nak"

Karena banyak jalanan ditutup, sayapun akhirnya menghibur baby E dengan memberikan cemilan selama dijalan. Saat sampai rumah, segera saya susui dan saya tawarkan untuk makan malam. Alhamdulillah baby E mambuka mulutnya dan makan dengan lahap. 

Tangisan baby E ketika saya terlambat menjemput membuat saya bertekat bahwa InsyaAllah kedepan saya akan mengusahakan untuk menjemput baby E di awal waktu. Tidak tega rasanya bertemu dia dalam keadaan menangis. 

Hal ini juga memberikan pelajaran kepada kami untuk selalu ontime dan juga menepati janji termasuk kepada batita sekalipun. 

Rabu, 03 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 7

Belajar Berinteraksi dalam Komunitas Ibu Profesional


Hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh bunda-bunda kece di Ibu Profesional Sulawesi. Karena di hari ini, Rabu 03 April 2019 diadakan acara besar Wisuda Bunda Sayang Batch 2 dan 3 yang Dirangkaikan dengan Tudung Sipulung. 
Saya sangat antusias mengikuti untuk mengikuti acara ini karena bakalan banyak acara seru juga dapat bertemu langsung dengan sebagian besar Bunda Bunda di IPS.

Karena saya berencana membawa baby E, maka malam sebelum acara saya mempersiapkan benar-benar barang yang akan dibawa buat acara besok. Seperti perlengkapan pakaian dan makan Baby E, lalu hadiah terbaik yang nantinya akan dipakai untuk tukar kado, air mineral serta tupperware seperti yang telah disampaikan panitia.


Berhubung di acara nanti akan ada banyak orang, maka saya harus menjelaskan terlebih dulu kepada baby E bagaimana keadaan disana. Bagaimana baby E harus bersikap. Saya mendudukkan baby E di depan saya dan saya fokus hanya berbicara kepada baby E.

Ummi : "Emma sayang, besok ummi mau ngajak emma di acara IPS. Nanti disana emma yang pinter ya nak, main sama teman-teman emma, kenalan sama adik2 dan kaka-kakak disana".
Setelah selesai baby E pun melanjutkan aktivitasnya.

Pagi hari ternyata saya kesiangan sehingga baby E belum sempat sarapan. Supaya tenang dan tidak rewel saat sampai lokasi, sayapun memberi makan baby E. Alhamdulillah lahap.

Ketika acara berlangsung, baby E tetap tenang dan bermain dengan baik. Dia juga mampu bersosialisai dengan baik dan pintar saat beberapa teman IPS menyapa dan mengajaknya bermain. Ketika haus dia akan menyusu kemudian dilanjutkan dengan tidur siang.


Saya juga dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan dari awal sampai akhir. Saat acara FGD baby E alhamdulillah tidak rewel sehingga saya bisa fokus berdiskusi bersama kelompok 2. Selesai diskusi, acara dilanjutkan dengan seminar Tentang Psikologi Komunitas. Saat Seminar berlangsung, baby E tidur dengan nyenyak.

Acara terakhir yaitu ngeliwet bareng Ibu Profesional Sulawesi. Bagi saya ini pengalaman pertama ngeliwet dan tentu saja sangat menyenangkan. Oya, supaya baby tetap pintar saat saya ngeliwet bersama bunda-bunda lain, sayapun menyuapi baby E sambil saya makan. Nan ternyata hal ini membuat baby E makan lahap karena banyak temannya.

Acara ditutup dengan pemberian hadiah dan kenang-kenangan untuk member, pemateri dan juga panitia dan tentunya ada foto bersama juga.


Saya bersyukur sekali bisa ikut dalam acara Wisuda ini. Meskipun saya belum wisuda (masih otw insyaAllah), tapi saya merasakan eratnya silaturahim dan persaudaraan antar member IPS. Bagi saya yang merupakan pendatang di Makassar, keberadaan IPS disamping beraneka macam ilmu yang diperoleh, membuat saya memiliki saudara-saudara baru yang senasip seperjuangan alias sama-sama perantau.

Alhamdulillah baby E juga dapat diajak kerja sama selama acara. Menurut saya salah satunya berkat adanya komunikasi produktif yang telah saya sampaikan sebelumnya. Baby E dapat belajar bersosialisasi dan insyaAllah cukup nyaman ketika harus bergaul dengan banyak orang yang baru dikenal.

Selasa, 02 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 6

Mengenalkan Yes and No Kepada Anak


Semenjak mengalami fase oral, baby E selalu berusaha untuk mengeksplore semua benda yang dia temui. Semakin kesini, jiwa esplorasinya semakin meningkat. Saya dan suami harus selalu memastikan bahwa di dalam rumah kami tidak ada benda berbahaya yang tercecer di lantai maupun tempat yang dapat dijangkau oleh baby E.

Hingga puncaknya adalah kemarin ketika saya mencuci piring dan baby E  berada disamping saya secara tidak sengaja berusaha menelan sisa batang brokoli hingga membuat dia tersedak. Dan saya pun langsung teriak "NOO", jangan dimakan nak. Sambil mencoba mengeluarkan batang brokoli di mulut baby E saya sampaikan bahwa ini tidak boleh dimakan nanti tersedak. 

Saya tidak tahu baby E mendapatkan sisa batang brokoli darimana. Mungkin saya itu kelalaian saya juga sebagai ibunya. 

Tidak lama berselang, saat saya membelakangi baby E tiba-tiba dia terbatuk dan saat saya cek dimulutnya ternyata ada plastik busa sebesar koin logam yang sedang berusaha dia telan. Dikondisi ini saya tidak melarang ataupun menasehati karena baby E tersedak dan saya lebih fokus kepada penyelesaian tersedaknya dengan menepuk-nepuk punggungnya supaya barang/benda yang dia telan dapat keluar. 

Syukur alhamdulillah ternyata tidak ada benda yang ditelan. Selanjutnya saya memberikan dia minum supaya tenang dan kembali ceria. 

Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa hal ini merupakan salah satu PR besar kami untuk mengenalkan hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh baby E. 

Saat menjelang tidur, saya ajak baby E mengobrol. 
Ummi : "Emma sayang, Emma boleh makan makanan yang dikasih ummi"
"Jangan makan sembarangan lagi ya nak. Jangan makan kabel, jangan makan tissue, jangan makan kertas"


Kemudian saat sebelum kuliah, suami juga berpesan ke emma untuk tidak makan sembarangan. 

Harapan kami perlahan emma pahan dan mengetahui bahwa ada beberapa benda yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalam mulutnya. Perlahan emma memahami bahwa ada Yes ada juga NO. 

Semoga.. Aamiin


Senin, 01 April 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 5

Memberi si Kecil Kepercayaan untuk Tumbuh dan Berkembang


Akhir akhir ini baby E sedang dalam tahap perkembangan belajar merambat dan berdiri. Ada kalanya sebagai orang tua saya khawatir ketika baby E menggunakan beraneka macam benda dirumah untuk berdiri. Namun, kekhawatiran saya tidak boleh berlarut dan menghalangi tumbuh kembangnya si kecil. Seperti saat si kecil berdiri lalu terjatuh dan menangis. Otomatis saya akan meninggalkan semua kegiatan dan berlaku menuju si kecil. Baby E saya peluk dan saya sampaikan kata-kata yang dapat meredakan tangisannya.

Ummi : "Anak saleha lagi belajar berdiri ya? Kaget nak?
              " Ga papa ya,, sebentar lagi sembuh. Ga papa, ga sakit sayang kan sedang belajar"

Alhamdulillah, baby E segera menghentikan tangisannya dan kemudian melanjutkan kegiatannya untuk belajar berdiri lagi dan lagi.
 

Dari hal ini saya belajar untuk pentingnya berempati saat si kecil sedih atau merasa kesakitan. Lalu berikan dia semangat dan nasihat supaya tidak trauma dengan peristiwa yang baru saja dialami.

EVALUASI



Review Scarlett Whitening Body Care : Body Scrub, Brightening Shower Scrub dan Brightening Body Lotion

  Bekerja dengan rutinitas di ruangan ber-AC mengharuskan saya untuk selalu menjaga kulit agar senantiasa lembab dan tidak kering. Belum l...