Pengikut

Minggu, 31 Maret 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 4



Pukul 18.30 WITA adzan mahrib berkumandang disekitaran kota Makassar. Saya baru saja selesai menyuapi baby E makan. Sambil menunggu suami selesai shalat, saya mengASIhi si kecil. Setelah suami shalat, gantian saya yang akan sholat. Akan tetapi baby E belum mau melepaskan nen nya.


Oya, saya memang membiasakan tidak memaksa anak untuk berhenti menyusu secara mendadak. Saya ingin anak paham kapan dia harus menyusu kapan dia harus berhenti. Selain itu, jika dilepas secara mendadak maka akan mengganggu emosi anak juga berpotensi nursing strike.

Akhirnya saya mencoba membujuk baby E kambali,
Ummi : "Anak shalehah, ummi solat dulu ya. Nen nya udahan, main sama abi dulu ya. Nanti ummi dimarahin Allah kalau tidak sholat."  Saya ulang sampai 2 kali dan menghitung 1.2.3,,
Alhamdulillah dalam hitungan ketiga baby E sudah berhenti menyusu dan duduk lalu bermain bersama abinya. Dan saya langsung shalat mahrib.

Pada tantangan hari ke 4 ini saya mencoba menanamkan sikap disiplin kepada anak. Ada kalanya dalam beraktivitas kita harus memberi batasan kapan waktu untuk berhenti dan memulai. Dengan hal ini saya harap baby E dapat memahami bahwa ketika waktu beribadah maka harus disegerakan dan apabila ada aktivitas lain maka harus segera dihentikan.

Evaluasi





Sabtu, 30 Maret 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 3


Pentingnya Mengendalikan Emosi


Pagi ini saya lupa belum membuat menu MPASI untuk baby E. Supaya baby E tetap bisa makan pagi, saya buatkan mpasi instan berupa bubur. Dan ternyata masih seperti sebelum-sebelumnya, baby E masih belum mau makan makanan instan.
Berhubung baby E tidak mau makan maka saya berinisiatif membuatkan makanan selingan berupa buah pepaya yang saya potong kecil-kecil.

Saat buah pepaya tersebut saya sajikan, ternyata baby E masih belum mau makan. Buah pepaya yang saya sajikan diremas-remas dan piringnya dibalik. Kali ini saya masih berusaha untuk bersabar.

Lalu sayapun mencoba membuatkan menu lain yaitu kentang rebus yang saya haluskan . Saat kentang saya sajikan, ternyata baby E langsung menolak dan membalikkan piring seperti sebelumnya. Saat itu saya langsung terbawa emosi dan menegur dengan nada sedikit tinggi "Emma,  tidak boleh nak"
Dan ini membuat baby E kaget dan menangis. Sayapun langsung meminta maaf dan memeluk babh E.  Saya  merasa bersalah karena tidak dapat menahan emosi sehingga nada bicara agak meninggi padahal untuk masalah yang sangat sepele๐Ÿ˜ญ



Saat suasana sudah kembali membaik, saat jam makan siang saya membuatkan menu MPASI rumahan yanng biasanya baby E suka. Alhamdulillah, saat makan siang baby E makan dengan sangat lahap dan habis. Mamak terharuuu ๐Ÿ˜ญ


Ternyata pentingnya pengendalian emosi dalam berkomunikasi dengan anak akan sangat mempengaruhi hasil.

Kondisi I saya tidak berhasil menahan emosi dan hasilnya anak tidak makan dan justru menangis.
Kondisi II saya menggunakan emosi demgam baik sehingga hasil yang diperolehpun sesuai dengan yang diharapkan.


Kamis, 28 Maret 2019

Game Level 1 [Komunikasi Produktif] - Day 2


Bagi sebagian mommy, memberikan MPASI untuk anak merupakan hal yang menyenangkan karena anak makan dengan lahap, tanpa dilepeh, tanpa GTM dsb. Tetapi ada juga sebagian mommy yang harus selalu berusaha keras lalu bersabar dan bersabar dalam memberikan MPASI buat si kecil, termasuk saya. Dalam tantangan komunikasi produktif day 2 ini saya akan belajar untuk menerapkan berkomunikasi produktif dengan Baby E terkait hal-hal yang saya harapkan ketika dia makan MPASI.

Setiap anak tentunya memiliki karakter masing-masing dalam berperilaku termasuk dalam hal makan. Hari ini merupakan hari ke 50 Baby E MPASI. Akan tetapi, masih ada beberapa hal yang harus saya perbaiki dari pemberian MPASI nya selama ini. Dalam pemberian MPASI ini saya memiliki beberapa target:


Untuk mencapai target tersebut saya mencoba memulai komunikasi produktif dengan Baby E. Target pertama saya yaitu:

"Baby E dapat menghabiskan porsi yang telah dibuat"

Malam sebelum tidur (sambil menyusui) saya sounding supaya makan yang lahap dan habis. Reaksi baby E saat itu sedikit rewel, sepertinya sepertinya karena saya menyampaikan saat dia dalam kondisi haus.

Kemudian pada pagi hari, saya mencoba melihat terlebih dahulu suasana hati Baby E. Saat dia bermain sendiri (ini berati suasana hatinya sedang baik), saya mendekat dan fokus menatap baby E, 
Ummi : "Emma sayang, nanti makannya yang lahap ya. Supaya cepat besar, tumbuh sehat, dan ummi senang. Nanti kalau habis, boleh minum asi yang banyak"
Alhamdulillah reaksi emma mendengarkan dan tersenyum.

Setelah jam menunjukkan pukul 07.30, artinya sudah jam makan pagi Baby E. Kami berdoa dahulu, kemudian saya menyuapi baby E sambil menjaga suasana tetap ceria dengan mengajak bermain, menggendong, jalan-jalan. Alhamdulillah setelah lebih dari 30 menit, Baby E sudah makan 1/2 porsi. Dan ketika saya berikan lagi, dia tetap menolak. Sepertinya baby E kurang suka dengan tekstur MPASI nya yang agak encer dibanding sebelum-sebelumnya. (mamak bikin buburnya kebanyakan air, hhehhe).


Meskipun baby E tidak berhasil menghabiskan menu MPASI nya saya tetap memberikan asi sesuai dengan janji saya sebelumnya. 

Sekian cerita tentang tantangan 10 hari day 2. Oya, dari tadi malam menjelang subuh, baby E batuk batuk dan bersin-bersin. Mungkin ini sebabnya baby E makannya tidak terlalu semangat. Mohon Doanya yaa, semoga Baby E segera sehat kembali dan mau makan dengan lahap dan menghabiskan semua porsinya. Aamiin,




EVALUASI


Review Scarlett Whitening Body Care : Body Scrub, Brightening Shower Scrub dan Brightening Body Lotion

  Bekerja dengan rutinitas di ruangan ber-AC mengharuskan saya untuk selalu menjaga kulit agar senantiasa lembab dan tidak kering. Belum l...