Alhamdulillah, meskipun dengan tertatih tatih akhirnya saya bisa menyelesaikan tantangan hari 10. Sore ini saya tetiba kelaperan dan saat ngecek makanan yang ada tersisa nasi. Berhubung sudah cukup lapar, saya pun mengolah nasi tersebut menjadi nasi goreng untuk 2 porsi saya dan suami.
Tapi saking laparnya, saya sampai lupa belum sempat foto nasi gorengnya. Hehee
Baru sadar saat nasinya sudah habis.
Untungnya malam ini saya masih membuat menu jahe susu hangat. Qodarullah semingguan ini saya batuk dan beberapa hari ini juga paksu mulai terserang batuk. Alhasil saya mencoba membuat susu jahe untuk menghangatkan tenggorokan.
Rasanya hangaat banget. Thanks mom resepnya, doakan manjur ya mom.
Pengikut
Sabtu, 16 Desember 2017
Jumat, 15 Desember 2017
Tantangan 10 Hari Melatih kemandirian "Day 9"
Beberpa hari ini nafsu makan saya sedikit berkurang. Oleh karenanya saya mencoba memasak makanan yang dapat membangkirkan selera makan saya seperti sebelumnya. Menunya sederhana n g ribet. Cuman ditambah ikan asin. Hehehe..
Dan inilah menu makanan penambah selera saya, Ikan asin, sayur lodeh plus buah sebagai penambah selera.
Itadakimatsu :D

Kamis, 14 Desember 2017
Tantangan 10 hari Melatih Kemandirian : Day 8
Ternyata oh ternyata melatih kemandirian itu tidak semudah yang saya bayangkan. Bahkan untuk kondisi seperti saya, dimana melatih kemandirian masih sebatas pada diri pribadi pun masih keteteran :(
Hal ini terasa jelas ketika saya mencoba mengaplikasikan tantangan Melatih kemandirian selama 10 hari. Beberapa hari sering bolong. Padahal target saya sepertinya tidak terlalu berat, yaitu memasak setiap hari... hehhe
Rabu, 13 Desember 2017
Tantangan 10 hari melatih kemandirian : Day 7
Ada kalanya ketika kesiangan dan buru buru mau berangkat kerja, saya harus memasak ala kadarnya. Minimal bisa digunakan untuk makan pagi. Saya baru ingat kalau ternyata saya kehabisan bumbu dapur dan belum belanja sayuran, sementara waktu sudah agak siang.
Alhasil, apapun yang masih tersisa di lemari kulkaa itulah yang dimasak. Nah kebetulan ada sarden yang belum saya olah. Sambil menghangatkan air untuk memasak nasi, saya mempersiapkan bahan bahan untuk memasak sarden. Sementara Paksu membantu saya mencuci dan menjemur pakaian.
Akhirnya pukul 08.00 sarapan pagi ala kadarnya pun bisa disajikan. Dan kami bisa ke kantor dalam kondisi kenyang :D
Alhasil, apapun yang masih tersisa di lemari kulkaa itulah yang dimasak. Nah kebetulan ada sarden yang belum saya olah. Sambil menghangatkan air untuk memasak nasi, saya mempersiapkan bahan bahan untuk memasak sarden. Sementara Paksu membantu saya mencuci dan menjemur pakaian.
Akhirnya pukul 08.00 sarapan pagi ala kadarnya pun bisa disajikan. Dan kami bisa ke kantor dalam kondisi kenyang :D
Selasa, 12 Desember 2017
Tantangan 10 hari Melatih Kemandirian "Day 6"
Akhirnya saya mencoba untuk konsisten menyetrika. Minimal saya mencicil pekerjaan mingguan menjadi pekerjaan harian supaya tidak menumpuk. Meski untuk memulainya agak malas-malasan, tapi kalau diniatkan InsyaAllah ada hasilnya. Hehehe
Sebagai awalan saya mencoba untuk konsisten menyetrika pakaian yang formal. Maksudnya disini adalah pakaian kerja yang digunakan untuk saya dan suami. Sementara untuk pakaian kaos dan baju tidur masih saya serahkan ke Bibi yang membantu menyetrika.
Dulu saya sempat kekeuh pokoknya setrikaan bisa saya kerjakan sendiri. Akhirnya ketika saya mencobanya, ternyata memang lumayan berat dan malah saya yang menangis kesal karena seharian full menyetrika tapi tetap belum selesai.
Sejak itulah suami menyarankan untuk menyetrika semampu saya. Beliau juga lebih mensupport saya memanfaatkan waktu untuk membaca, memingkatkan keterampilan lainnya (menjahit) dan aktivitas lain.
Namun, tetap harus diusahakan untuk menyelesaikan PR setrikaaan juga semampunya tentunya dengan dibantu Paksu 😊, 😁
Sebagai awalan saya mencoba untuk konsisten menyetrika pakaian yang formal. Maksudnya disini adalah pakaian kerja yang digunakan untuk saya dan suami. Sementara untuk pakaian kaos dan baju tidur masih saya serahkan ke Bibi yang membantu menyetrika.
Dulu saya sempat kekeuh pokoknya setrikaan bisa saya kerjakan sendiri. Akhirnya ketika saya mencobanya, ternyata memang lumayan berat dan malah saya yang menangis kesal karena seharian full menyetrika tapi tetap belum selesai.
Sejak itulah suami menyarankan untuk menyetrika semampu saya. Beliau juga lebih mensupport saya memanfaatkan waktu untuk membaca, memingkatkan keterampilan lainnya (menjahit) dan aktivitas lain.
Namun, tetap harus diusahakan untuk menyelesaikan PR setrikaaan juga semampunya tentunya dengan dibantu Paksu 😊, 😁
Tantangan 10 hari Melatih Kemandirian "Day 5
Sebenernya saya sudah absen beberapa hari tidak menulia tantangan.. Sedih galau n bingung. Seminggu sebelumnya saya sedang mengurangi beberapa aktivitas fisik karena alasan kesehatan. Jadi tidak berani terlalu capek baik untuk sekedar memasak maupun menyetrika. Dan alhamdulillah dua hari ini saya dapat beraktivitas normal.
Melanjutkan kembali tantangan untuk melatih kemandirian saya adalah memasak sarapan dan makan siang. Yeyyy dan kali ini pun berhasil dilewati. Saya memasak tumis kangkung n tofu serta telur asin.
Rasanya, lumayannn.. meskipun sedikit pedas menurut suami saya.
Sekian tulisan saya hari ini, semoga saya bs konsisten ya.. Aamiin
Melanjutkan kembali tantangan untuk melatih kemandirian saya adalah memasak sarapan dan makan siang. Yeyyy dan kali ini pun berhasil dilewati. Saya memasak tumis kangkung n tofu serta telur asin.
Rasanya, lumayannn.. meskipun sedikit pedas menurut suami saya.
Sekian tulisan saya hari ini, semoga saya bs konsisten ya.. Aamiin
Selasa, 05 Desember 2017
Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian : Day 4
Hhmmm.. hampir saja saya terlupa belum menyelesaikan game level 2 nya. Padahal foto-fotonya sudah disiapkan.
Biasanya, ketika paksu dinas luar kota saya sangat malas makan malam apalagi memasak. Tapi karena saya harus tetap fit, maka makan malam kali ini hukumnya wajib.
Menu makan malam kali ini masih menu simple, yaitu sayur bayam dikasih santan, ikan asin, dan sebagai makanan pembuka saya menambahkan buah apel dan buah naga.
Mungkin bagi sebagian orang, hal ini biasa saja. Tapi bagi saya, menyempatkan masak 2 malam berturut turut padahal untuk dimakan sendiri merupakan suatu peningkatan.. hehehe
Setiap orang pastinya punya standar masing masing tentang kemandirian. Dan saya cukup bersyukur akan hal ini.
Biasanya, ketika paksu dinas luar kota saya sangat malas makan malam apalagi memasak. Tapi karena saya harus tetap fit, maka makan malam kali ini hukumnya wajib.
Menu makan malam kali ini masih menu simple, yaitu sayur bayam dikasih santan, ikan asin, dan sebagai makanan pembuka saya menambahkan buah apel dan buah naga.
Mungkin bagi sebagian orang, hal ini biasa saja. Tapi bagi saya, menyempatkan masak 2 malam berturut turut padahal untuk dimakan sendiri merupakan suatu peningkatan.. hehehe
Setiap orang pastinya punya standar masing masing tentang kemandirian. Dan saya cukup bersyukur akan hal ini.
Minggu, 03 Desember 2017
Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian, Day 3
Setelah beberapa hari kemaren saya fokus tentang melatih kemandirian dalam hal pekerjaan, sepertinya saya perlu juga melatih kemandirian dalam hal rumah tangga.
Dalam hal ini saya ingin melatih kemandirian saya dalam hal memasak. Maksudnya di sini saya mentargetkan untuk memasak setiap hari minimal pagi dan malam. Tujuannya, dengan memasak sendiri tentunya selain lebih, sehat, bersih juga jauh lebih hemat.
Selain memasak, saya juga meminta pendapat suami mengenai tantangan kemandirian ini. Hasil diskusi dengan suami, sepertinya untuk awalan saya diminta untuk mandiri dalam hal menyetrika. Yupss inilah tantangan yang menurut saya cukup berat, karena saya termasuk malas untuk urusan menyetrika. Hehe
Untuk tantangan memasak alhamdulillah tadi pagi saya bisa menyelesaikan dengan memasak bekal makan pagi dan makan siang untuk saya pribadi. Kebetulan suami sedang dinas di luar kota sehingga saya memasak untuk diri sendiri.
Inilah hasil karya dapur saya pagi ini. Nasi putih, sayur capcay dan telur ceplok.
Kendala terbesar saat memasak adalah ketika saya sendirian, terkadang rasanya malas harus berkutat didapur sementara yang makan saya sendiri. Hehe..
Sedangkan untuk tantangan menyetrika sepertinya masih absen karena saya masih mengumpulkan semangatnya.
Dalam hal ini saya ingin melatih kemandirian saya dalam hal memasak. Maksudnya di sini saya mentargetkan untuk memasak setiap hari minimal pagi dan malam. Tujuannya, dengan memasak sendiri tentunya selain lebih, sehat, bersih juga jauh lebih hemat.
Selain memasak, saya juga meminta pendapat suami mengenai tantangan kemandirian ini. Hasil diskusi dengan suami, sepertinya untuk awalan saya diminta untuk mandiri dalam hal menyetrika. Yupss inilah tantangan yang menurut saya cukup berat, karena saya termasuk malas untuk urusan menyetrika. Hehe
Untuk tantangan memasak alhamdulillah tadi pagi saya bisa menyelesaikan dengan memasak bekal makan pagi dan makan siang untuk saya pribadi. Kebetulan suami sedang dinas di luar kota sehingga saya memasak untuk diri sendiri.
Inilah hasil karya dapur saya pagi ini. Nasi putih, sayur capcay dan telur ceplok.
Kendala terbesar saat memasak adalah ketika saya sendirian, terkadang rasanya malas harus berkutat didapur sementara yang makan saya sendiri. Hehe..
Sedangkan untuk tantangan menyetrika sepertinya masih absen karena saya masih mengumpulkan semangatnya.
Sabtu, 02 Desember 2017
Tantangan 10 hari Melatih Kemandirian "Belajar Menjadi Leader Team _Day 2"
Kemarin saya melewatkan tantangan yang seharusnya saya tulia karena tidur terlalu cepat. Heheh
Terkadang ketika memulai menulis, saya sering mentok pada ide apasih yang harus saya tulis dari hal yang telah seharian saya lakukan. Perlu beberapa waktu untuk menentukan apakah tema ini tema itu atau tema xyz..
Berhubung saya sedang menapaki tentang Belajar Menjadi Team Leader, maka saya akan bercerita tentang kegiatan saya pada waktu pengujian SPPBE. Kebetulab suami yamg sedianya menjemput saya, bersedia menemani saya yang sedang bertugas :D
Ketika melakukan pengujian, ada beberapa alat yang tidak sesuai dengan standar. Dalam hal ini saya tidak bisa serta merta membatalkan alat tersebut. Karena alat tersebut digunakan untuk mengisi gas LPG 3 kg yang mana konsumennya merupakan masyarakat miskin, saya harus menemukan solusi bagaimana alat tersebut tetap bisa disahkan sesuai dengan aturan.
Dari 16 alat yang diuji, hanya 7 yang dalan keadaan baik. Dengan banyaknya permintaan masyarakat akan kebutuhan gas LPG, tidaka akan cukup apabila hanya 7 mesin yang digunakan. Akhirnya saya memutuskan untuk meminta pihak SPPBE memanggil teknisi untuk memperbaiki alat yang rusak. Saya memberi tenggang waktu 2 hari untuk mereka menyelesaikan. Dan Alhamdulillah sebelum dua hari, alat tersebut sudah diperbaiki. Sehingga saya dapat melanjutkan pengujian dan mengesahkan 8 alat sisanya.
Dari pengujian tersebut, 15 alat dapat disahkan dan 1 alat saya nyatakan rusak dan meminta pihak SPPBE untuk memperbaiki terlebih dahulu. Suami saya pun mendukung keputusan yang saya buat.
Oya, untuk foto saya tidak bisa menampikan karena selama di lokasi memang tidak diperkenankan menggunakan HP.
Langganan:
Komentar (Atom)
Review Scarlett Whitening Body Care : Body Scrub, Brightening Shower Scrub dan Brightening Body Lotion
Bekerja dengan rutinitas di ruangan ber-AC mengharuskan saya untuk selalu menjaga kulit agar senantiasa lembab dan tidak kering. Belum l...
-
Dalam mempersiapkan kehadiran sang buah hati, salah satu list yang harus diperhatikan adalah Persiapan D-Day. Berhubung ini insyaAllah persa...
-
Setelah 10 hari belajar dan membersamai si kecil, akhirnya 2 target yang saya tetapkan dalam melatih kemandirian anak dapat terselesaikan. M...





