Pengikut

Jumat, 03 November 2017

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif : Day 2 "Packing Oh Packing"


Hari ini saya dan suami berencana berangkat ke Jakarta karena ada acara nikahan keluarga. Persiapan sebelum-sebelumnya sudah dapat dikatakan Oke, mulai dari izin cuti saya, izin mas suami, tiket pesawat, penginapan, dan barang-barang yang akan kami bawa.

Tapi ternyata oh ternyata, ada drama semalam saat kami sedang packing. Jadi selama di Jakarta kami berencana membawa 2 buah tas ransel supaya gampang dibawa ke mana-mana. Barang-barang yang akan kami bawa, dimasukkan ke dalam tas ransel suami terlebih dahulu, baru sisanya di tas saya. Berhubung tas suami agak besar, jadi saya berencana untuk menambah beberapa barang-barang saya ke tas suami sehingga tas saya hampir kosong. Sempat ada miskom, di mana saya mengira bahwa suami keberatan kalau barang saya ditaruh di tas suami. Hal ini menyebabkan saya menjadi kesal dan diam. Suami lalu keluar kamar dan saya lanjut packing. Setelah itu saya mencuci piring, dan selesai mencuci piring kami sudah berbaikan kembali. Kami tidur tanpa membahas masalah miskom saat packing kami barusan.

Pagi sebelum ke Bandara, suami saya berkata "Dek, bajunya sebagian udah aku pindah ke tasku (Maksudnya di sini tas suami). Jadi tas kamu barangnya tinggal sedikit".

Kelihatan kan mana tas saya dan mana tas suami :D

Lalu dengan senyum saya jawab "Makasih Sayang"

Karena suasana sudah tenang, kamipun membahas kembali miskom tanpa melalui emosi. Sebenernya suami bermaksud untuk menyampaikan bahwa sebaiknya jangan di masukkan ke dalam tas suami semua. Karena jika dimasukkan di tas suami semua, maka kemungkinan besar tas saya tidak jadi terpakai dan cuma bawa 1 tas. Padahal kami perlu membawa 2 tas, karena saat pulang dari Jakarta biasanya membawa barang lumayan sehingga perlu tas tambahan.

Kemudian saat saya bertanya kenapa tidak disampaikan dari semalam, suami menjawab bahwa ketika kondisi masing masing masih emosi maka apapun penjelasannya pasti tidak akan didengarkan. Maka dari itu, suami menyampaikan maksud dari ucapannya semalam ketika kami berdua sudah tenang.

Seperti yang telah disampaikan dalam materi  Kelas Bunda Sayang Sesi #1 "Komunikasi Produktif", saya menyadari bahwa FoE dan FoR memang mempengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu pesan/informasi yang datang kepadanya. Di mana, FoR adalah cara pandang, keyakinan, konsep dan tatanilai yang dianut seseorang. Bisa berasal dari pendidikan ortu, bukubacaan, pergaulan, indoktrinasi dll. Sedangkan FoE adalah serangkaian kejadian yang dialami seseorang, yang dapat membangun emosi dan sikap mental seseorang.

Jadi jika pasangan memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda atas sesuatu, ya tidak apa-apa, karena FoE dan FoR nya memang berbeda.

Komunikasi dilakukan untuk MEMBAGIKAN yang kutahu kepadamu, sudut pandangku agar kau mengerti, dan demikian pula SEBALIKnya.

Sehingga ketika datang informasi akan dipahami secara sama antara kita dan pasangan kita, ketika kita menyampaikan sesuatu, pasangan akan menerima pesan kita itu seperti yang kita inginkan.

Solaria Sekarno Hatta Int Airport, Jumat 2 November 2017.
With you



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Scarlett Whitening Body Care : Body Scrub, Brightening Shower Scrub dan Brightening Body Lotion

  Bekerja dengan rutinitas di ruangan ber-AC mengharuskan saya untuk selalu menjaga kulit agar senantiasa lembab dan tidak kering. Belum l...