Mengenalkan Yes and No Kepada Anak
Hingga puncaknya adalah kemarin ketika saya mencuci piring dan baby E berada disamping saya secara tidak sengaja berusaha menelan sisa batang brokoli hingga membuat dia tersedak. Dan saya pun langsung teriak "NOO", jangan dimakan nak. Sambil mencoba mengeluarkan batang brokoli di mulut baby E saya sampaikan bahwa ini tidak boleh dimakan nanti tersedak.
Saya tidak tahu baby E mendapatkan sisa batang brokoli darimana. Mungkin saya itu kelalaian saya juga sebagai ibunya.
Tidak lama berselang, saat saya membelakangi baby E tiba-tiba dia terbatuk dan saat saya cek dimulutnya ternyata ada plastik busa sebesar koin logam yang sedang berusaha dia telan. Dikondisi ini saya tidak melarang ataupun menasehati karena baby E tersedak dan saya lebih fokus kepada penyelesaian tersedaknya dengan menepuk-nepuk punggungnya supaya barang/benda yang dia telan dapat keluar.
Syukur alhamdulillah ternyata tidak ada benda yang ditelan. Selanjutnya saya memberikan dia minum supaya tenang dan kembali ceria.
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa hal ini merupakan salah satu PR besar kami untuk mengenalkan hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh baby E.
Saat menjelang tidur, saya ajak baby E mengobrol.
Ummi : "Emma sayang, Emma boleh makan makanan yang dikasih ummi"
"Jangan makan sembarangan lagi ya nak. Jangan makan kabel, jangan makan tissue, jangan makan kertas"
Kemudian saat sebelum kuliah, suami juga berpesan ke emma untuk tidak makan sembarangan.
Harapan kami perlahan emma pahan dan mengetahui bahwa ada beberapa benda yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalam mulutnya. Perlahan emma memahami bahwa ada Yes ada juga NO.
Semoga.. Aamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar