Meminta Maaf kepada Anak
Hari ini kami agak terlambat menjemput baby E di sekolah. Pukul 17.40 kami baru berangkat dari kantor menuju ke sekolah baby E. Qadarullah saat mendekati sekolah jalanan sangat macet dan kami juga harus ke SPBU terdekat karena bensin sudah menipis. Akhirnya kami sampai disekolah tepat pukul 18.00
Dari luar saya sudah mendengar tangisan baby E. Saat bertemu mencoba untuk menerapkan komunikasi produktif dengan saya segera meminta maaf kepada baby E.
Ummi : "Emma sayang, maafin ummi ya. Ummi terlambat menjemput. Sekali lagi maaf sayang."
Lalu sayapun segera memeluk dan menggendong baby E. Sepanjang jalan saya mencoba menghibur baby E karena saya lihat raut mukanya masih terlihat sedih. Dan kadang tiba-tiba menangis. Saat menangis, saya minta maaf kembali dan menyampaika ke baby E,,
Ummi: "Emma sekarang sudah sama ummi. Sebentar lagi kita sampai rumah. Yang pinter ya nak"
Karena banyak jalanan ditutup, sayapun akhirnya menghibur baby E dengan memberikan cemilan selama dijalan. Saat sampai rumah, segera saya susui dan saya tawarkan untuk makan malam. Alhamdulillah baby E mambuka mulutnya dan makan dengan lahap.
Tangisan baby E ketika saya terlambat menjemput membuat saya bertekat bahwa InsyaAllah kedepan saya akan mengusahakan untuk menjemput baby E di awal waktu. Tidak tega rasanya bertemu dia dalam keadaan menangis.
Hal ini juga memberikan pelajaran kepada kami untuk selalu ontime dan juga menepati janji termasuk kepada batita sekalipun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar